Penulis Bawah Tanah
bertukar tangkap dengan lepas!
Home
Profil
Contact me
Seni
Seni Tradisional
Seni Pertunjukan
Seni Rupa
Fotografi
Film
Musik
Sastra
Esai
Cerpen
Cerita Rakyat
Puisi
Puisi Esai
Literasi
Humaniora
Sejarah
Arkeologi
Antropologi
Budaya
Local Wisdom
Inspiring Figure
Sitemap
0 komentar:
Posting Komentar
Beranda
Popular
Tags
Blog Archives
Ammatoa (3): Hidup Bersahaja
Warga Ammatoa dan para pelancong berbaur dalam baju hitam-hitam (Foto: Ammatoa.com) Pola Hidup dan Mata Pencaharian Komunitas Amm...
Prof. Darmawan Salman: Pakar Sosiologi Pedesaan di antara Revolusi Hijau dan Romantisme dengan Petani
Bulukumba sangat beruntung memilikinya meskipun belum pernah memanfaatkannya sebagai cendekiawan. Prof. DR. Ir. H. Darmawan Salman adal...
Ammatoa (5): Pasang Ri Kajang
Pasang Ri Kajang Sejak dahulu komunitas Ammatoa Kajang, menganut suatu pedoman hidup yang disebut Pasang. Pasang Ri Kajang adalah s...
Andhika Mappasomba, Penyair Internasional Keliling Kampung
Jangan tanyakan kabar terbaru atau posisi terakhir dari seorang penyair. Kabar terbarunya pasti terletak pada diksi dalam puisin...
Muslim Rohingya, Asli Etnis di Myanmar yang Tertindas
Muslim Rohingya mengalami berbagai penindasan di Myanmar sejak tahun 1942 hingga kini. Sejarah mencatat Muslim Rohingya telah ...
Ammatoa (6): Materi Pasang
Salah satu rutinitas warga Ammatoa (Foto: Genesicblog.wordpress.com) B. Beberapa Materi Pasang 1. Pasang Sehubungan deng...
Muhammad Yusuf Shandy, Kepak Sayap Spiritual dan Intelektual
Sangat langka seorang muballigh bisa menggeluti dunia dakwah pada ragam dimensi seperti Muhammad Yusuf Shandy. Penterjemah Bah...
Hikmayandi, Legenda Si Kembar dari Perguruan Hati Suci
Kota Bulukumba merupakan kota yang tingkat kenakalan remaja dan kriminalitasnya tertinggi kedua setelah Kota Makassar. Hampir s...
Pantai Lemo-Lemo, Wisata Sejarah dan Sepotong Surga yang Terlupakan
Meriam Peninggalan Portugis dan Ranjau Laut Buatan Rusia Tiga buah meriam peninggalan Portugis dan sebuah ranjau laut buatan Rusia ...
Ammatoa (2): Rumah Panggung ke Arah Gunung
Rumah panggung warga Ammatoa (Foto: Kompas.com) Bentuk Rumah dan Pola Permukiman Di dalam kawasan adat Ammatoa Kajang, khususnya...
Label
Cerita Rakyat
Cerpen
Inspiring Figure
Local Wisdom
Puisi
Sejarah
Arsip Blog
▼
2016
(37)
▼
November
(22)
Muslim Rohingya, Asli Etnis di Myanmar yang Tertindas
Pantai Lemo-Lemo, Wisata Sejarah dan Sepotong Surg...
Muhammad Yusuf Shandy, Kepak Sayap Spiritual dan ...
Hikmayandi, Legenda Si Kembar dari Perguruan Hati ...
Ammatoa (14); Ammatoa Manusia PIlihan
Ammatoa (13); Nilai-Nilai Positif Kamase-Mase
Ammatoa (12); Nilai-nilai Sosial dalam Pasang Ri K...
Ammatoa (11); Adab Sosial dan Cara Memperlakukan P...
Ustad Ganteng
Raja Lalim Sapahatu
Dato’-Dato’
Dr. Shamsi Ali; Penebar Islam Damai di Bumi Barat
Muhannis Ara, Sesosok Cinta dan Identitas Etnik
Muhammad Arief Saenong, Sekeping Warisan Teknolog...
Prof. Darmawan Salman: Pakar Sosiologi Pedesaan di...
Prof. Mattulada, Sang Pengabdi dari Humanisme, Sen...
Fahmi Syarief, Dari Dendam ke Teater
Andhika Mappasomba, Penyair Internasional Keliling...
Zaenal A. Syahrir; Sang Kreator dari Ruang Kantor
Dul Abdul Rahman, Novelis Sederas Sungai Lolisang
Dr. Sulfahri, Pakar Mikrobiologi dari Tanete
Dharsyaf Pabottingi: Teater Adalah Urat Nadi Kehid...
►
Oktober
(15)
Sitemap
Disclaimer
Privacy Policy
0 komentar:
Posting Komentar