Dr. Shamsi Ali, Penebar Islam Damai di Bumi Barat

Imam Besar Masjid Al Hikmah, New York, bukanlah pria yang berasal dari jazirah Arab melainkan dia adalah seorang lelaki Bugis-Konjo dari Kajang, Bulukumba, Sulsel. Dialah DR. Shamsi Ali yang lahir di desa terpencil, Kajang, 5 Oktober 1967.

Minggu, 30 Oktober 2016

Prof. Rasdiyanah, Rektor Perempuan Pertama di Indonesia Timur

 Ilmuwan dan Sastrawan Perempuan dari Bulukumba           Saat masih berstatus mahasiswa di IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, intelektualitasnya sebagai sosok perempuan tangguh  terasah dengan kian tajam....

Sabtu, 29 Oktober 2016

Ammatoa (10): Attahuru Bente

Upacara Adat Attahuru Bente Menurut Pasang Ri Kajang salah satu ciri keberhasilan pemerintah, ialah nakajari tinanang, napanaiki juku’ sumahe. Artinya tanaman / pertanian berhasil, dan hasil ikan melimpa...

Ammatoa (9) Kisah-Kisah Lisan Menurut Pasang

B.  Upacara dan Kisah-kisah lisan Menurut Pasang Seperti telah diuraikan sebelumnya, bahwa Pasang itu diwariskan dan generasi ke generasi melalui penuturan lisan....

Jumat, 28 Oktober 2016

Ammatoa (8): Jangan Rusak Hutan Kami

Sanksi Adat Bagi Pelanggar Pasang (Perusak Hutan) Uraian tentang materi Pasang yang telah dijelaskan sebelumnya, jelas bahwa sasaran yang ingin dicapai ialah kelestarian lingkungan hutan....

Ammatoa (7): Hutan Sebagai Ibu

Tiga Zona Hutan Jauh sebelum Negara Kesatuan Republik Indonesia terbentuk, masyarakat adat Kajang telah lama mengembangkan konsep pengelolaan hutan yang dibagi berdasarkan zona-zona tertentu...

Selasa, 25 Oktober 2016

Ammatoa (6): Materi Pasang

Salah satu rutinitas warga Ammatoa (Foto: Genesicblog.wordpress.com) B. Beberapa Materi Pasang 1.      Pasang Sehubungan dengan “Religi Ketuhanan” a.       Anne Linoa pammari mariangji ahera pammantangang satuli-tuli. Artinya “ Dunia ini hanya terminal sementara, akhiratlah tempat yang abad...

Ammatoa (5): Pasang Ri Kajang

Pasang Ri Kajang Sejak dahulu komunitas Ammatoa Kajang, menganut suatu pedoman hidup yang disebut Pasang. Pasang Ri Kajang adalah suatu ungkapan yang dikomunikasikan dalam bahasa Konjo....

Ammatoa (4): Spiritual dan Seni

Penduduk, Agama dan Kepercayaan Jumlah penduduk Kecamatan Kajang ± 39.800 jiwa. Dari jumlah tersebut, sebanyak ± 8200 orang merupakan penduduk kawasan adat Ammatoa. Selebihnya adalah kelompok masyarakat non Ammatoa yang berdomisili diluar kawasan Adat atau di Tana Koasaya....

Ammatoa (3): Hidup Bersahaja

Warga Ammatoa dan para pelancong berbaur dalam baju hitam-hitam (Foto: Ammatoa.com) Pola Hidup dan Mata Pencaharian Komunitas Ammatoa Kajang menganut pola hidup yang unik sehingga berbeda dengan masyarakat Kajang yang berdiam di luar kawasan adat. Secara umum, pola kehidupan mereka sangat ditentukan oleh ajaran Pasang yang merupakan nilai budaya dan sosial yang mengajarkan warganya untuk hidup sederhana....

Senin, 24 Oktober 2016

Ammatoa (2): Rumah Panggung ke Arah Gunung

Rumah panggung warga Ammatoa (Foto: Kompas.com) Bentuk Rumah dan Pola Permukiman Di dalam kawasan adat Ammatoa Kajang, khususnya di kawasan inti Dusun Benteng, rumah penduduk seluruhnya menghadap ke arah barat....

Minggu, 23 Oktober 2016

Ammatoa (1): Sebuah Deskripsi Awal Tentang Kajang

Setiap suku bangsa di Indonesia masing-masing memiliki pola budaya yang berbeda antara satu dengan lainnya. Perbedaan budaya tersebut melahirkan pola pikir dan sistem sosial yang berbeda pula dalam menghadapi kehidupan....

Minggu, 16 Oktober 2016

Tak Ada Yang Lebih Tabah dari Buruh Harian

tak ada yang lebih tabah dari buruh harian dibawanya pulang keringat yang as...

Sajak Hati Kecil Sepanjang Hari

-kepada Ahmad Dihyah Alfian aku pernah lupa kita berdua sering bertani bianglala menangkapi hujan atau memetik kuncup ha...

Palampang, Sebuah Indonesia Kecil

Pagi bangkit dari hati yang manis. Udara adalah sepenuhnya milik aroma  buroncong, putu cangkir dan gogos. Setelah regukan sempurna pada kopi pan...

Ilalang Embayya

pohon-pohon penyangga bulan, rawa-rawa yang tertidur. seperti tari padduppa mata air meliuk di antara alang-ala...